keep your dream, hold it tight

terjatuh itu wajar, namun jangan terlalu lama tersungkur. berjalanlah walau harus tertatih :)

Senin, 22 Agustus 2011

MEMANFAATKAN AREAL PESAWAHAN

Sesuai dengan namanya, Pasawahan adalah salah satu kecamatan yang luas akan areal pesawahannya. Hampir 70% Pasawahan terdiri dari sawah-sawah yang terbentang luas. Mayoritas pendduk disana adalah petani. Betani adalah penghidupan bagi masyarakat Pasawahan.
Seiring dengan berjalannya waktu, areal pesawahan menjadi semakin berkurang. Ada yang berubah menjadi kolam ikan\/pemancingan, rumah/vila, industry rumah tangga atau dijadikan jalan mobil. Hal ini akan memberikan dampak positif maupun negative, terutama saat areal pesawahan itu dialih fungsikan menjadi jalan mobil. Sawah-sawah yang berada di pinggir jalan otomatis akan mengalami kenaikan harga tanah 2x lipat dari harga semula.
Bukan hanya berkurang, seiring dengan perkembangan zaman masyarakat terutama golongan muda mudi rata-rata tidak memiliki keterampilan dalam menggarap lahan pertanian. Hal ini sangat memprihatinkan karena golongan orang tua yang cukup terampil dan ahli dalam menggarap lahan pertanian kebanyakan sudah tidak bisa lagi bekerja karena factor usia, ada juga yang beralih profesi menjadi buruh bangunan, karena hasil dari bertani tidak mencukupi kebutuhan hidup. Hal ini lah yang membuat para petani menjual areal persawahan yang mereka miliki.
Dibawah ini adalah dampak positif dan dampak  negative dari peralihan lahan persawahan, diantaranya adalah :
  1. Dampak positif :
  • Membantu perekonomian masyarakat
  • Jika lahan pertanian tersebut dirubah menjadi sebuah industry, maka akan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat yang otomatis akan mengurangi pengangguran.
  1. Dampak negative :
  • Berkurangnya lahan pertanian.
  • Berkurangnya pasokan beras.
  • Jika lahan tersebut diubah menjadi pabrik, maha akan. menghasilkan limbah yang akan merusak lingkungan.
 Dampak negative diatas akan sangat terasa oleh kita di masa yang akan datang. Dimana beras itu akan menjadi bahan pokok yang sangat langka. Jangankan di masa yang akan datang, di masa sekarang saja beras sudah berkurang pasokannya. Bukan menjadi hal yang tidak mungkin bila suatu saat jika lahan pertanian tidak mendapat perhatian dan bahkan tidak tersentuh oleh pemerintah lahan pertanian akan diabaikan oleh masyarakat, bahkan karena tidak ada modal untuk bertani petani akan menjual lahan pertaniannya atau karena hasil bertani tidak mampu mencukupi kebutuhan hidup, akan sangat besar kemungkinanlahan-lahan swah akan diabaikan oleh para petani.
Untuk itu, untuk mengatasi berkurangnya lahan pertanian karena peralihan fungsi lahan atau sebagainya saya mempunyai sebuah pemkiran keci yang mungkin bisa membantu dalam memanfaatka potensial alam ini. Dalam hal ini pemerintah harus berperan aktif. Jadi, melalui pemerintah, Negara akan menyewa atau bahkan membeli lahan-lahan sawah yang berpotensi tinggi seperti sawah-sawah yang ada di Pasawahan. Maksudnya adalah setiap masyarakat yang akan menyewakan dan menjual sawahnya, mereka tidak perlu menjualnya pada pihak swasta, masyarakat bisa menjualnya kepada pemerintah. Jika lahan pertanian jatuh ke pihak swasta, lahan itu bisa saja dirubah menjadi lahan industry yang bisa merusak lingkungan dengan limbah yang dihasilkannya. Sedangkan jika pemeritah yang mengelolanya maka pemerintah akan melestarikan lahan pertanian itu. Lahan pertanian akan diibaratkan sebagai BUMN yang sangat dibutuhkan oleh Negara.
Dalam hal ini, pemerintah akan menjadi pemilik lahan pertanian mewakili Negara, karena uang yang dipakai untuk mendanai sawah itu adalah uang Negara. Masyarakat akan menjadi petani yang akan menggarap lahan pertanian tersebut. Pemerintah akan memberikan modal untuk menggarap lahn pertanian itu, dan upah pekerja akan ditanggung oleh pemerintah dan diberikan melalui perantara seperti lurah.
Saat panen tiba semua hasil pertanian akan diambil oleh pemerintah dan akan dikembalikan lagi kepada masyarakat setelah menjadi beras dengan cara dijual dan jika bisa akan diberikan susidi oleh pemerintah.
Pemerintah juga bisa membuat program untuk anak-anak sekolah agar dapat beragraris. Jadi, pemerintah akan menyediakan lahan pertanian khusus untuk pembelajaran bagi para siswa dan siswi. Mereka bisa diajari bagaimana cara bertani yang benar dan apa saja yang harus dilakukan agar generasi penerus kita tetap terampil dalam beragraris dan terus mencoba melindungi potensi ala mini dan bangkit kembali menjadi Macan Asia seperti dahulu.
Berperannya pemerintah dalam pertanian akan mencegah timbulnya alih fungsi lahan secara besar-besaran, sehingga tidak aka nada lahan pertanian yang terganggu dan berkurang. Lahan pertanian kita akan tetap terjaga untuk masa depan Indonesia. Tidak aka nada lagi petani yang merugi akibat kekurangan dana untuk menggarap lahan pertanian mereka, karena lahan pertanian sudah diambil alih oleh pemerintah dan menjadi milik Negara dan akan terus dilestarikan oleh Negara. Namun, untuk tercapainya program tersebut pemerintah dan masyarakat harus saling bekerja sama dengan sangat baik ; pemerintah akan memberikan modal dan masyarakat yang akan bertani dan menggarap lahan pertanian tersebut.
By : Nina Minawati,  IX IPA 5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar