Aku berjalan menyusuri jalanan aspalyang penuh akan gemercik air hujan. Kabut tebal menutupi jalanku, dan hujan bertambah deras. Aku merasakan sekujur tubuhku lemas, seluruh tulangku terasa hancur, namun entah mengapa ada kekuatan besar yang mampu memaksaku untuk terus berjalan tegak. dengan kedua tangan bersilang di dada : Kedinginan. Diantara ribuan gemercik air yang jatuh, aku bisa mendengar jelas gemertak gigiku beradu menggigil.
Dalam dinginnya air hujan yang memenuhi tubuhku, aku merasakan aliran air hangat keluar dari mataku, mengaliri pipiku, dan jatuh menetes berbaur dengan kubik air : aku menangis. Telah jauh aku berjalan, namun jalanan aspal itu seperti tak berujung. Sementara kabut dan hujan masuh enggan untuk lenyap. Aku mulai merasa kedinginan, sangat dingin, namun ada perasaan lain yang mampu mengalihkanku dari tusukan pisau es yang di kulitku. Perasaan yang tak bisa kujelaskan "APA???". Rasanya ingin sekali aku berteriak sekencang mungkin dan berlari secepat pelari maraton, sayangnya aku telah berubah menjadi gagu, aku serasa mati rasa dan lemas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar