KATA PENGANTAR
Puji syukur saya ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia Nya saya masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini. Tidak lupa saya ucapkan terimakasih kepad aguru pembimbing dan teman-teman yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan maklah ini. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh sebab itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun, dan semoga dengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan teman-teman. Amin.
Penulis,
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………………………..…………1
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………………………………… …….….2
BAB I : PENDAHULUAN………………………………………………………………………………………………..….3
A. Latar Belakang………………………………………………………………………………………… …….…3
B. Tujuan……………………………………………………………………………………………………… ……...4
C. Metode Penelitian…………………………………………………………………………………… ….…..5
BAB II : PEMBAHASAN……………………………………………………………………………………………… …..6
A. Unsur Intrinsik…………………………………………………………..………………………………………6
B. Unsur Ekstrisik…………………………………………………………………………………………………10
BAB III : PENUTUP………………………………………………………………………………………………..……….11
A. Kesimpulan………………………………………………………………………………………………….....11
B. Kritik dan Saran……………………………………………………………………………………………….11
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sehubungan dengan telah selesainya tugas pementasan drama yang berjudul “Sitty Noerbaja” pada tanggal 16 Juni 2011. Maka, tugas selanjutnya adalah mengadakan analisis drama agar isi dari drama dapat lebih dimengerti dan dipahami.
B. Tujuan
Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk lebih menjelaskan dan mempertegas isi dari drama “Sitty Noerbaja”. Selain itu, penulisan makalah ini juga untuk meninjau kekurangan dan kelebihan dari drama “Sitty Norbaja”, dan diharapkan bermanfaat bagi kita semua
C. Metode Penulisan
Penulis menggunakan metode observasi dan kepustakaan. Cara-cara yang digunakan pada analisis drama ini adalah :
1) Observasi : Dalam metode ini penulis secara langsung memerankan naskah drama menjadi sebuah pentas drama.
2) Studi pustaka : Dalam metode ini penulis membaca buku-buku yang berkaitan dengan penulisan makalah ini (naskah).
BAB II
PEMBAHASAN
A. Unsur Intrinsik
1. Judul : Sitty Neorbaja
2. Tema : Kehidupan cinta seorang gadis
3. Tokoh
| Tokoh Utama | Tokoh Figuran | Tokoh Sentral |
| · Sitty Noerbaja · Samsul Bahri · Datuk Maringgih | · Pedagang onde-onde · Pedagang onde-onde palsu · Pelajar SMA | · Pendekar · Ayahanda Sitty Noerbaja · Bakhtiar · Arifin |
4. Penokohan
Menurut sifat :
| Protagonis | Antagonis | Tritagonis |
| Ø Sitty Noebaja Ø Samsul Bahtiar Ø Arifin Ø Ayah | ØDatuk ØPendekar | Ø Pedagang onde-onde Ø Pedagang onde-onde palsu Ø Pelajar SMA |
Dramatis :
Ø Sitty : Baik, lembut, jujur, rajin
Ø Samsul : Baik, pemberani, jujur
Ø Datuk : Jahat, picik, sombong
Ø Pendekar Lima : Jahat, sombong
Ø Bakhtiar : Baik, setia kawan, malas
Ø Arifin : Baik, setia kawan
Ø P. Onde-onde : Centil
Ø P.Onde palsu : Polos
Ø Ayah Sitty : Baik, lemah
5. Latar/Setting
| tempat | waktu | suasana | keterangan |
| Di depan sekolah, di Halte Bus | Sore hari | Sedih | Samsul dan Sitty berbicara tentang melanjutkan sekolah |
| Di rumah Sitty | petang | sedih | Sitty dan ayahnya membicarakan tentang keinginan Datuk Maringgih untuk mempersunting Sitty agar hutang ayahnya kepada Datuk dapat terlunasi |
| Di depan sekolah Sitty, di Halte Bus | Sore hari | Menegangkan | · Sitty memakan Onde-onde yang beracun dari pedagang Onde-onde palsu suruhan Datuk Maringgih · Perkelahian Datuk dan Samsul · Ayah Sitty yang telah depresi karena kematian Sitty duduk sedih di Halte Bus |
6. Plot
Sitty adalah gadis cantik, putri seorang saudagar kaya, namun kekayaan Sitty semakin berkurang-
berkurang dan jatuh miskinlah Sitty dan ayahnya. Ayahnya mempunyai hutang yang amat besar kepada seorang rentenir tua dan picik bernama Datuk Maringgih. Ayahnya tak punya apa-apa lagi untuk membayar hutang terhadap si Datuk, sementara Datuk dan pengawalnya selalu datang utuk menagihnya.
Hutang ayahnya hanya bisa dilunasi jika Sitty bersedia menikah dengan Datuk, maka semua akan selesai. Mendengar hal itu hal itu tentu saja Sitty menolak. Seorang Datuk Maringgih yang pantasnya dipanggil ayah oleh sitty, malah ingin mempersunting Sitty, selain itu juga Sitty telah mempunyai dambaan hati yaitu, Smsul Bahri. Teman SMA nya.
Mengetahui bahwa Sitty memiliki kekasih, Datuk murka dan beranggapan bahwa Samsul dapat menjadi penghalang baginya untuk mendapatkan Sitty. Lalu, Datuk membuat rencana jahat, ia pun membayar pedagang onde-onde palsu untuk meracuni Samsul dengan onde-onde beracun. Namun, bukanlah Samsul yang teracuni, melainkan Sitty. Sitty pun meninggal dunia.
Samsul pun marah, karena mengetahui bahwa Sitty mati akibat memakan onde-onde dari pedagang palsu yang dibayar oleh Datuk Maringgih. Samsul pun terlibat perkelahian dengan Datuk dan pendekar 5. Hingga akhirnya, Samsul dan Datuk terbunuh dalam perkelahian itu. Ayah Sitty yang merasa bersalah ats kematian Sitty pun menjadi depresi.
7. Alur : Alur maju
C. Unsur Ekstrinsik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar